Jangan salah kaprah. Romantis itu baik. Party itu menyenangkan. Namun, ketika keduanya terhubung melalui kebohongan ("MettaHaram") dan hanya berujung pada distraction , maka kita sedang tidak mengembangkan hubungan, kita hanya mengembangkan trauma.
– Ada sebuah fenomena menarik yang belakangan ramai diperbincangkan di kalangan anak muda urban. Sebuah istilah baru lahir dari pengalaman pahit manisnya mencari pelarian di akhir pekan: Awalnya Romantis MettaHaram Berujung Party . Jangan salah kaprah
The "Berujung Party" (Ending in a Party) segment of the title highlights the ultimate goal of this lifestyle: escapism. Whether it is through hip cafes in Medan or exclusive music bars in Yogyakarta, the "party" is where social norms are shed. For the "INDO18" audience, these stories provide a glimpse into a world of sensory overload, where romantic intimacy is replaced by the communal, often controversial, energy of the Indonesian nightlife scene. The "Berujung Party" (Ending in a Party) segment
Istilah "MettaHaram" merupakan bahasa slang yang sering muncul di komunitas nightlife atau hiburan malam tertentu. Secara harfiah, istilah ini sering dikaitkan dengan: Jangan sampai Metta yang hilang
Luna mengangguk mengerti, "Saya tidak bermaksud membuat kalian berdua tidak nyaman. Ini semua tentang mengeksplorasi dan memiliki pengalaman baru, tapi tidak jika itu harus mengorbankan kenyamanan kalian."
Dalam wawancara INDO18 dengan seorang psikolog muda, Monica Tan (bukan nama sebenarnya), ia menjelaskan:
Tetap gaul, tetap sadar diri. Jangan sampai Metta yang hilang, hanya Haram yang tersisa.